Sudahkah Anda Menerapkan Konsep Funneling di Website?

konsep-funneling-di-website

Jika Anda punya website, atau Anda memanfaatkan website untuk kegiatan bisnis, maka pastikan Anda sudah menerapkan konsep funneling.

Apa itu konsep funneling? Mengapa funneling perlu dilakukan? Bagaimana cara melakukan funneling di website? Berikut ulasan selengkapnya.

Apa Itu Funneling?

Funneling berasal dari kata funnel (corong). Supaya mudah, mari kita perhatikan ilustrasi sederhana berikut.

Bayangkan ini adalah corong yang menggambarkan alur dari seorang pengunjung web Anda (trafik) hingga menjadi seorang pembeli/customer.

Contoh funneling di website.

Contoh funneling di website.

  • Ketika Anda melakukan promosi website (misal : dengan cara beriklan di Facebook, blogwalking, menulis posting tamu, beriklan di web lain, dsb), orang-orang akan berdatangan ke website Anda. Nah orang-orang inilah yang ada pada bagian atas corong.
  • Para pengunjung tadi akan mulai melihat website Anda. Jika web Anda berupa toko online, maka di sini pengunjung akan melihat-lihat produk Anda. Jika web Anda berupa blog, maka di sinilah pengunjung akan mulai melihat-lihat/membaca artikel Anda.
  • Di bagian berikutnya, mereka akan melihat penawaran produk/jasa Anda. Bagian inilah yang menentukan apakah si pengunjung tadi sekadar berkunjung atau justru jadi pembeli.
  • Misalkan si pengunjung tadi jadi pembeli. Nah jika mereka membeli maka mereka sudah jadi customer Anda, Anda bisa membangun hubungan jangka panjang dengan mereka.
  • Jika Anda mampu mengelola customer dengan baik, maka si pembeli tadi bisa masuk lagi ke bagian paling bawah. Di bagian paling bawah ini customer menjadi pelanggan setia Anda. Mereka terus menerus membeli produk Anda/membeli produk Anda yang lain.

Jika diperhatikan, dari atas ke bawah, makin lama jumlah orang dalam tiap tingkatan pun makin sedikit. Misalkan semula trafik website bisa mencapai 1000 orang. Namun begitu sampai ke bagian penawaran, mungkin hanya tinggal 800 orang, lalu yang menjadi pembeli mungkin hanya sekitar 80 Р200  orang.

Hal ini wajar sebab tidak semua orang yang datang ke website kita pasti jadi pembeli.

Itulah contoh sederhana dari konsep funneling.

Mengapa Perlu Melakukan Funneling?

Kita perlu melakukan funneling agar : kita tahu alur yang dilalui oleh seseorang untuk jadi pembeli produk kita. Nah, pemahaman tentang alur tadi dapat kita gunakan saat mengevaluasi kinerja pemasaran kita.

Misalkan ada 1000 orang yang datang ke website kita, tetapi kenapa hanya ada 10 orang yang akhirnya jadi pembeli produk kita? Dengan adanya funneling, kita bisa evaluasi setiap bagian dalam funnel. Jadi kita bisa tahu di mana problem tersebut berada.

Mungkin kendalanya ada di halaman penawaran? Apakah penawaran yang kita buat kurang menarik? Atau justru masalah ada pada bagian awal, di mana trafik yang kita datangkan tidak sesuai target pasar?

Dengan adanya evaluasi terhadap kinerja tadi, kita akan tahu apa yang harus ditingkatkan. Nah dengan peningkatan tadi, tentu kita bisa meraih hasil yang lebih optimal dalam bisnis online.

Oh iya, funneling ini tidak hanya bisa dipakai pada toko online/web penjualan, tetapi bisa juga pada website jenis lainnya. Misalkan Anda memanfaatkan website untuk menjaring lebih banyak member (Anda ingin orang-orang mendaftar di web Anda). Anda juga bisa terapkan konsep funneling.

Bagaimana Cara Melakukan Funneling di Website?

Karena funneling ini penting, maka kita perlu melakukannya di website. Berikut cara menerapkan konsep funneling di website Anda.

  • Langkah 1 : tentukan alur yang akan dilalui oleh seseorang untuk jadi pembeli produk Anda. Tidak harus jadi pembeli produk Anda, tapi bisa juga jadi member web Anda/tujuan lainnya. Intinya ketahui alur yang akan dilalui oleh pengunjung. Contoh studi kasus misalnya situs PanduanBlogging.com. PanduanBlogging.com adalah kursus online seputar blogging. Tujuan dari situs ini adalah menjaring sebanyak mungkin member. Jadi, funneling-nya pun bertujuan untuk menjaring sebanyak mungkin pendaftar.

panduan-blogging

 

  • Alur di PanduanBlogging sebagai berikut : pengunjung mengakses halaman depan PanduanBlogging.com. Mereka ditawari untuk ikut kursus online PanduanBlogging. Jika mereka tertarik, mereka akan mendaftarkan nama dan email.
Form pendaftaran nama dan email di PanduanBlogging.

Form pendaftaran nama dan email di PanduanBlogging.

  • Selanjutnya, usai mendaftarkan email, pengunjung harus melakukan konfirmasi pendaftaran via email. Mereka tinggal konfirmasi.
  • Setelah mereka¬† konfirmasi, mereka akan menerima email berisi petunjuk cara mengakses materi pembelajaran. Nah mereka tinggal mengakses materi pembelajaran. Sampai di tahap ini, para pendaftar tadi sudah jadi “customer” situs PanduanBlogging.com.
Contoh materi pembelajaran di PanduanBlogging.com.

Contoh materi pembelajaran di PanduanBlogging.com.

  • Untuk membangun hubungan dengan “customer“-nya, secara berkala PanduanBlogging.com mengirimkan update materi pembelajaran terbaru ke email member. Jadi, member akan diingatkan kembali untuk berkunjung ke situs PanduanBlogging. Itulah alur funneling di PanduanBlogging.
  • Langkah 2 : Buat halaman penunjang untuk alur yang sudah Anda tentukan. Situs Anda mungkin punya tujuan dan alur yang berbeda dengan contoh tadi, tapi itu tak masalah. Yang penting Anda tahu betul seperti apa alur pengunjung di website Anda. Nah jika sudah alurnya, maka buatlah halaman-halaman penunjang di website Anda. Misalkan jika pengunjung akan melalui halaman depan web, halaman penawaran, dan halaman pemesanan, maka buatlah ketiga halaman tadi. Intinya, sesuaikan website Anda dengan alur yang sudah disusun.
  • Langkah 3 : Arahkan pengunjung agar mengikuti alur yang sudah Anda susun. Jika alur sudah ada dan halaman sudah siap, maka arahkanlah setiap pengunjung untuk mengikuti alur yang sudah ada. Hubungkan satu halaman dengan halaman lain sesuai alur yang sudah Anda susun.
  • Langkah 4 : Mulailah mendatangkan trafik dan uji coba funneling Anda. Jika website Anda sudah siap, maka silakan datangkan trafik ke web tersebut. Mulailah mempromosikan website Anda. Setelah trafik berdatangan, mulailah melihat apakah funneling Anda bekerja dengan baik atau tidak. Lakukan analisis terhadap data pengunjung web Anda, cek apakah tingkat konversi web Anda cukup baik atau belum.
Fitur statistik di website, salah satu fitur yang memudahkan kita menganalisis efektivitas website kita.

Fitur statistik di website, salah satu fitur yang memudahkan kita menganalisis efektivitas website kita.

Nah teman-teman, itulah pembahasan seputar konsep funneling di website. Pastikan Anda sudah menerapkan funneling di website. Semoga menginspirasi.

Kata Kunci untuk Artikel Ini

  • konsep funneling
  • teknik funneling
  • apa itu funeling
  • apa itu funneling
Be Sociable, Share!