5 Pelajaran Bisnis Internet dari Timnas U-19 Indonesia

sumber gambar : KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
sumber gambar : KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Sejenak lupakan dulu hiruk pikuk krisis dan persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia, mari kita luangkan waktu untuk menikmati euforia kemenangan timnas u-19 Indonesia atas Korea Selatan pada Sabtu 12 Oktober 2013 lalu. Orang Indonesia mana yang tak bangga melihat betapa luar biasanya permainan pada punggawa Garuda Jaya yang dikomandoi oleh Evan Dimas. Tak tanggung-tanggung, tim sebesar Korea Selatan yang 12 kali juara AFC u-19 pun sanggup ditaklukkan.

Meski melalui perjuangan yang tidak mudah, namun kita harus mengapresiasi prestasi gemilang Evan Dimas dan kawan-kawan. Kemenangan Garuda Muda atas Taeguk Warriors bukanlah sebuah kebetulan belaka. Didukung permainan tiki-taka ala Spanyol dipadu skill individu yang mumpuni plus stamina yang memadai, membuat permainan tim besutan pelatih Indra Sjafri ini sulit dibendung.

Nah lantas, adakah pelajaran dan pesan moral yang bisa kita petik dari timnas u-19 yang sedang begitu gagah ini? Kali ini saya @JefferlyHelian akan menyampaikan sejumlah inspirasi dan pelajaran berharga yang bisa kita petik dari keberhasilan timnas Garuda Muda dalam beberapa bulan terakhir ini.

Mau belajar SEO, social media marketing, pembuatan website, email marketing, dan lainnya? Yuk belajar digital marketing secara ampuh, efektif, dan terarah di program private mentoring digital marketing dari Jefferly.

1. Jadilah 10 Kali Lebih Baik dari Kompetitor Anda

Bagi Anda yang menonton langsung sejumlah pertandingan timnas Garuda muda pasti tahu betapa unggulnya kualitas Evan Dimas, Maldini, Ilhamudin dan kawan-kawan dibanding dengan sejumlah lawan. Terlihat jelas saat pertandingan melawan Korea Selatan lalu, juara Asia itu bahkan sempat kedodoran menghadapi gempuran Garuda muda.

Nah pelajaran semacam ini bisa kita adopsi untuk melecut semangat tempur bisnis online kita, kita harus berusaha menjadi 10 kali lebih baik dari kompetitor. Baik saja tidak cukup, kalau yang lebih baik masih mungkin.

Sederet perusahaan besar di ranah internet pun setuju dengan prinsip ini. Lihatlah Amazon.com, ketika baru dibangun Amazon.com langsung menjual 3 juta judul buku. Lebih banyak dan lebih baik dibandingkan toko buku sejenis yang sudah ada waktu itu.

Lain lagi dengan Google, kendati sebelum era kejayaan Google sudah ada beberapa mesin pencari yang cukup populer, namun Google sanggup merajai pasar mesin pencari internet. Ini terjadi karena Google sanggup membuat layanan mesin pencari mereka lebih pintar (asal tahu saja, mesin pencari Google bisa membedakan antara Apple computer dengan apple buah 🙂 ), lebih personal dan lebih nyaman untuk digunakan.

Luar biasa bukan? Mari kita tingkatkan terus kualitas layanan kita. Ayo 10 kali lebih baik daripada kompetitor.

2. Sopan dan Jadilah Unik

Di sejumlah pertandingan, kita bisa lihat bahwa para punggawa timnas u-19 ketika meninggalkan lapangan saat diganti, selalu bersalaman dan mencium tangan sang pelatih dan orang yang lebih tua dari mereka. Pernah lihat pemain bola seperti ini di liga Eropa sana? Hmm.. kalau Anda pencinta liga Eropa dan dunia pasti jarang atau bahkan tidak pernah lihat pemain bola mencium tangan sang pelatihnya saat digantikan ke luar lapangan.

Satu kata yang direpresentasikan oleh punggawa timnas u-19, mereka sopan. Ya sopan dan ramah memang kunci utama untuk membangun kedekatan yang harmonis dan indah dengan pelanggan.

Selain sopan, selebreasi Garuda Jaya pun unik, yakni sehabis mencetak gol mereka akan ramai-ramai sujud syukur. Betapa unik selebrasi ini.

sumber gambar : Liputan6.com
sumber gambar : Liputan6.com

Pesan moralnya, dalam menjalankan bisnis kita harus sopan dan terus berusaha menampilkan keunikan yang menjadi keunggulan bisnis kita.

3.  Religius

Bisnis adalah suatu kegiatan yang tidak akan pernah terpisahkan dari agama dan Tuhan. Sumber rezeki adalah Dia yang Maha Kaya. Apapun aspek kehidupan kita tidak akan pernah lepas dari sisi agama dan keyakinan.

Termasuk para pemain timnas u-19 pun dituntut untuk senantiasa religius dan dekat dengan Tuhan. Terbukti dari selebrasi yang kerap dilakukan, mereka selalu mengembalikan semua keberhasilan mereka kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

Di luar lapangan pun juga begitu, para punggawa timnas u19 sebelum bertanding selalu berdoa dan memohon restu orang tua. Bukankah dalam buku 7 Keajaiban Rezeki, sudah jelas bahwa restu orang tua termasuk dalam faktor yang amat mempengaruhi keberhasilan kita?

Untuk itu jangan pernah lupakan untuk selalu ibadah dan menjalankan perintah agama meskipun Anda sibuk dalam urusan bisnis, termasuk bisnis online.

4. Optimis

sumber gambar : Binasepakbola.co.id
sumber gambar : Binasepakbola.co.id

Beberapa hari sebelum pertandingan melawan Korea Selatan, Indra Sjafri (pelatih timnas u19) sempat mengeluarkan statement yang begitu fenomenal. Beliau mengatakan bahwa Korea Selatan tidak perlu dibesar-besarkan, yakin Indonesia pasti bisa mengalahkan Korea Selatan.

Sebagian orang menganggap coach Indra ini takabur dan arogan, padahal tidak seperti itu, Beliau justru bermaksud untuk memacu semangat juang anak didik-nya sekaligus membangkitkan optimisme bangsa Indonesia. Bukankah energinya akan sangat dahsyat ketika seluruh bangsa Indonesia memustakan semua dukungan untuk timnas u19?

Lihatlah sederet pelatih kelas dunia, sebut saja Jose Mourinho, Pep Guardiola, Sir Alex Ferguson, mereka semua adalah figur yang optimistis. Mereka pandai melecut semangat tempur pasukannya.

Nah apakah kita juga bisa bersikap optimis dan bersemangat seperti figur-figur di atas? Jawabannya sudah pasti sangat bisa.

Ayo kita optimis, yakinlah bahwa kita pasti bisa untuk sukses.

5. Menjaga Fisik dan Kesehatan Mental

Sehebat apapun Anda sebagai pebisnis, hidup akan terasa kurang lengkap jika Anda sakit dan mental Anda tertekan (stress). Tengoklah para punggawa timnas u-19, fisik mereka benar-benar kuat dan luar biasa. Jauh di atas rata-rata para pemain bola Indonesia. Mereka sanggup berlari dan bermain baik dalam pertandingan, bahkan saat melawan Vietnam u-19 di final piala AFF lalu pun laskar Garuda Muda harus bertanding lebih dari 120 menit.

Sebagai pelaku bisnis, jelas kita bisa mengadopsi pelajaran ini. Kita harus tetap mengembangkan pola hidup sehat yang seimbang, agar kita terbebas dari penyakit, baik penyakit fisik ataupun penyakit mental (pikiran).

Siap untuk hidup sehat dan seimbang?

Nah sahabat pembaca, itulah 5 pelajaran moral yang bisa kita petik dari luar biasanya timnas u-19 kebanggaan kita ini. Apakah Anda punya opini dan pendapat lain? Apakah Anda mau menambahkan pelajaran lainnya? Silakan sampaikan pemikiran Anda melalui kotak komentar yang telah tersedia.

Salam semangat!!!

@JefferlyHelian

Mau belajar SEO untuk meningkatkan penjualan dan ranking bisnis Anda di Google? Yuk belajar di MasterClass SEO Untuk Bisnis di sini

Kata Kunci untuk Artikel Ini

  • syujud syuku evan dimas
  • alamat coach Indra Syafri
  • gambar sujud syukur
  • kegiatan timnas u 19 aff 2013 di spanyol
  • salam semangqt timnas sebelum pertandingan
  • timnas garuda selebrasi

5 thoughts on “5 Pelajaran Bisnis Internet dari Timnas U-19 Indonesia

  • herli suherli

    Mungkin lebih dari 5 pelajaran moral bila kita kaitkan kegiatan bisnis internet dengan kesuksesan Timnas U-19 yang dimotori Evan Dimas, saya menambahkan sbb:

    1. SPORTIFITAS/ KEJUJURAN

    Tanpa sportifitas dan kejujuran dalam permainan olahraga maupun dalam bisnis internet, bersiap-siaplah untuk menerima sangsi atau hukuman dari wasit atau penegak hukum. Seperti kita saksikan ketika salahseorang pemain Timnas U-19 menjatuhkan lawan di kotak penalti, maka seketika hukumanpun diterapkan melalui tendangan penalti dan eksekusi berhasil membobol gawang, maka sirnalah 1 poin dan angka kemenangan yang sudah diraih dengan susah payah menjadi menambah nilai kemenangan lawan. Mungkin tidak disengaja untuk menjatuhkan lawan di kotak penalti,
    tetapi lupa terhadap aturan permainan, yang dipikirkan oleh pemain adalah ingin menggagalkan resiko lawan yang peluangnya mendekati 100 % dapat membobolkan gawang Tim U-19 jika ia leluasa dan tidak mendapat gangguan dari
    pemain U-19. Pada momen demikian seyogyanya dalam situasi gawatpun sportifitas dijaga agar resiko hukuman penalti tidak terjadi. Ingat eksekusi penalti sesungguhnya mendekati 100 % sukses, hanya NASIB yang membatalkan.
    Sportifitas/kejujuran dalam berbisnis internet atau bisnis off-line-pun sama diperlukan. Salahsatu kejujuran yang diharapkan adalah transparansi dalam segala aspek : produk (asli, berkualitas, bermanfaat) harga (sesuai kualitas, tingkat keuntungan wajar), pengiriman (tidak lambat), alamat rumah/tempat jualan dan telepon jelas . Tanpa itu semua
    jangan harap bisnis internet kita akan berjalan mulus dan sukses, keberhasilan hanya sesaat karena kepercayaan hilang dari konsumen atau pelanggan.

    2. FOKUS TERHADAP CITA-CITA DAN KEBERHASILAN
    Kefokusan Tim U-19 dapat kita perhatikan, pertama kita lihat dari upaya pelatihnya dalam menyiapkan materi pemain. Indra Syafri pelatih Timnas U-19 bukan hanya mencari calon pemain yang tinggi minimal 175/180 Cm tetapi harus mendapatkan calon pemain yang berbakat. Sangat berbeda yang berbakat dengan yang bisa atau pandai bermain bola. Tentu dibekali pula dengan syarat-syarat lain yang diperlukan dan menjadi keharusan yang diperlukan sebuah Tim bertaraf nasional, baik fisik, mental, bakat, keterampilan, pengalaman, latarbelakang. Intinya fokus kepada segala aspek yang akan mendukung keberhasilan sebuah Tim. Pemilihan penyanyi terbaik melalui X -Factor misalnya lebih mudah melejit dan terkenal setelah Fatin ketemu sebagai penyanyi berbakat oleh Danny dkk.
    Kefokusan tersebut setidaknya harus menjadi cerminan bagi para pelaku bisnis internet dalam menjalani bisnisnya. Abaikan iming-iming bisnis internet cukup dengan 2 jam pendapatan 100 US $/hari karena kalu kita manfaatkan waktu 4 s/d 5 jam untuk peningkatan pendapatan dan keterampilan dalam berbisnis internet toh kita sendiri yang akan menikmati. Itu artinya kita fokus pada cita-citauntuk mendapatkan penghasilan yang mencukupi kehidupan. pribadi dan keluarga. Tentu tidak cukup dengan menambah jam kerja dan keterampilan dalam bisnis internet : Menambah pengetahuan melalui browsing, aktif di media sosial, kursus-kursus/webinar, berpromosi, membuka /mengikuti program, adalah upaya FOKUS terhadap kesuksesan dalam bisnis internet. Salahsatu pemain Tomnas U-19 yang ternyata seorang cucu Bupati Maluku Utara saya meyakini hal itu dilakukan keluarganya karena FOKUS pada kesuksesan karir dibidang sepakbola, karena sepakbola saat ini apabila mendapatkan kesuksesan bukan hanya popularitas seseorang tetapi sekaligus uang dan kesejahteraan. Kesuksesan seorang Anne Ahira, GM. Soetanto, M. Misbach, dan penulis yang saya komentari (Bung Jefferly Helianthusonfry) saya yakin adalah karena FOKUS dalam menjalankan bisnis internetnya.

    Itu dulu komen saya, masih ada yang lain, nati disambung

  • Setuju dengan master Jefferly, Pelatih Indra Sjafri mengatakan kalau Korea itu engga ada apa-apanya bukan berarti dia sombong. Tapi untuk meyakinkan kalau Indonesia adalah bangsa yang besar, kita jangan mau dibawah mereka terus. Ini adalah jawaban bagi mereka yg selalu menghina dan merendahkan negaranya sendiri. Saatnya Indonesia bangkit ! ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *